<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921</id><updated>2012-02-18T00:35:25.367-08:00</updated><category term='outsource'/><category term='from forum'/><category term='pemikiran'/><category term='tausiyah'/><category term='engineering'/><category term='from friend'/><title type='text'>it's me, pram...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-5402888958932310842</id><published>2007-11-28T18:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T21:37:57.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>lot of things to remember ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lama tidak menyentuh blog ini, kulihat tulisan terakhirku adalah pada bulan Juni 2007, itu sekitar 5 bulan yang lalu. Melihat banyak blog yang bermunculan di internet, dengan berbagai gaya dan bahasanya, membuat aku tertarik untuk mengutak-atik kembali blog-kuw yang satu ini. Di samping itu, masih banyak hal yang ingin ku lakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuanku, terutama yang berkaitan dengan web dan internet. Joomla! adalah sasaranku saat ini, artinya aku ingin membuat sebuah web yang menggunakan Joomla!. Ini kulakukan untuk men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;support&lt;/span&gt; sistem pengajarankuw.&lt;br /&gt;Aku jadi ingat ada sebuah blog milik seorang dosen Universitas Pelita Harapan, milik pak &lt;a href="http://wiryanto.wordpress.com"&gt;Wiryanto Dewobroto&lt;/a&gt;, yang selain mengetengahkan berbagai tulisan, beliau juga menyajikan berbagai link yang berhubungan dengan literatur di dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;engineering&lt;/span&gt;, terutama di teknik sipil. Mungkin ini baru permulaan, tapi melihat begitu banyaknya komentar-komentar atas tulisan beliau, akuw jadi berpikir, inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang tenaga pendidik, yaitu sebuah hubungan yang harmonis antara pendidik dengan yang di didik. Sayangnya hal itu sudah mulai menghilang sekarang, hubungan antara pendidik dengan yang di didik lama-lama hanya jadi sekeder hubungan yang formal saja, sisi-sisi yang lain mulai menghilang. Berbagai usaha untuk mengembalikan hubungan yang harmonis tersebut sepertinya harus berhadapan dengan berbagai perubahan budaya dan lain sebagainya yang memang tidak bisa dihindari.&lt;br /&gt;Usaha apalagi yang harus dilakukan untuk mengembalikan itu semua, artinya adalah mengembalikan hubungan yang harmonis antara pendidik dan yang dididik, sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Tapi yang menjadi krusial di sini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;struggle&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spirit&lt;/span&gt; untuk tetap menjaga hubungan yang harmonis tersebut, agar apa yang menjadi tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-5402888958932310842?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/5402888958932310842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=5402888958932310842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5402888958932310842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5402888958932310842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/11/lot-of-things-to-remember.html' title='lot of things to remember ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-8111426644600048820</id><published>2007-06-04T09:34:00.000-07:00</published><updated>2007-06-04T09:35:06.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from forum'/><title type='text'>Nilai Huruf ...</title><content type='html'>Iseng, sedikit lucu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y&lt;br /&gt;Z&lt;br /&gt;diberi nilai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17&lt;br /&gt;18 19 20 21 22 23 24 25 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita hitung bersama dan totalnya kemudian dianggap&lt;br /&gt;sebagai percentage :&lt;br /&gt;Kalau kita bekerja dengan modal (capital) tersebut&lt;br /&gt;dibawah,&lt;br /&gt;maka hasilnya adalah...&lt;br /&gt;H A R D W O R K&lt;br /&gt;8 1 18 4 23 15 18 11 = 98%&lt;br /&gt;K N O W L E D G E&lt;br /&gt;11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96%&lt;br /&gt;L O B B Y I N G&lt;br /&gt;12 15 2 2 25 9 14 7 = 86%&lt;br /&gt;L U C K&lt;br /&gt;12 21 3 11 = 47%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas&lt;br /&gt;tidak&lt;br /&gt;bisa mengalahkan yang satu ini:&lt;br /&gt;A T T I T U D E ( sikap/tingkah laku )&lt;br /&gt;1 20 20 9 20 21 4 5 = 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini rumus yang berlaku di negeri bule sono.&lt;br /&gt;Kalau di Indonesia sih, itung-itungannya begini:&lt;br /&gt;G I G I H (Hardwork)&lt;br /&gt;7 9 7 9 8 = 40%&lt;br /&gt;I L M U (Knowledge)&lt;br /&gt;9 12 13 21 = 55%&lt;br /&gt;L O B I (Lobbying)&lt;br /&gt;12 15 2 9 = 38%&lt;br /&gt;M U J U R (Luck)&lt;br /&gt;13 21 10 21 18 = 83%&lt;br /&gt;S I K A P (Attitude)&lt;br /&gt;19 9 11 1 16 = 56%&lt;br /&gt;K O R U P S I&lt;br /&gt;11 15 18 21 16 19 9 = 109 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaahhh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-8111426644600048820?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/8111426644600048820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=8111426644600048820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/8111426644600048820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/8111426644600048820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/06/nilai-huruf.html' title='Nilai Huruf ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-273763430179344107</id><published>2007-06-04T09:14:00.000-07:00</published><updated>2007-06-04T09:25:55.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>to all of you ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"hi friends... long time no see ..." itulah kata-kata yang mungkin akan diucapkan oleh seseorang (macam diriku) yang sudah lama tidak bertemu dengan rekan sejawatnya. Yaah... namanya juga rekan sejawat, rekan seperjuangan, atau apalah namanya... yang pasti bahwa ada kenangan yang membekas dalam diri mereka semua, dan susah untuk dihilangkan, bahkan mungkin akan tetap mereka pelihara kenangan tersebut, hingga nanti ajal menjemput mereka satu persatu (weh... kayak cerita roman saja ...). Tapi memang demikianlah adanya, bahwa ada kalanya seubah persahabatan memiliki "nilai" yang lebih kental daripada persaudaraan itu sendiri, atau bahkan aku menilai bahwa persahabatan itu nilainya akan jauh lebih tinggi daripada hubungan antara satu saudara dengan saudara lainnya, walaupun aku sendiri juga sadar bahwa penilaian ini tidaklah mutlak, masih harus ditinjau dari sisi mana aku menilai dan melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hhffff.... friends... I can't believe how far you have change my life, and affect on my steps of life. You're make me different, but you're also complete me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can't do anything right now, only word which is came out from my mouth : "thank you... to become my friend"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-273763430179344107?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/273763430179344107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=273763430179344107' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/273763430179344107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/273763430179344107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/06/to-all-of-you.html' title='to all of you ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-877481767837526023</id><published>2007-06-04T09:12:00.000-07:00</published><updated>2007-06-04T09:14:20.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='outsource'/><title type='text'>Cara Dia Mengungkapkan Rasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="bodytext01"&gt;Source: Kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;Berbagi adalah cara kita mengurangi beban perasaan. But please,jangan buru-buru mencapnya tidak bisa berempati bila reaksi si dia tidak sesuai harapan. Fakta di bawah ini akan membantu Anda memahami isi hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;1. SUSAH NGOMONG&lt;br /&gt;Memang susah meminta lelaki bicara. Ia sebenarnya berbicara seperti Anda, namun sayang lawan bicaranya bukan Anda, melainkan dirinya sendiri. Gaya bicara perempuan dan lelaki memang beda. Perempuan bicara di luar kepala, artinya orang lain bisa mendengar. Sementara lelaki berbicara di dalam kepalanya, artinya tidak ada yang tahu ataupun mengerti selain dirinya sendiri. Pantas...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;2. STRES = BUNGKAM&lt;br /&gt;Lelaki tak memiliki wilayah otak yang kuat untuk berbicara. Itu sebabnya, ketika sedang merasa tertekan, mereka lebih memilih bungkam dan berhenti bicara. Ia akan menggunakan otak kanannya untuk mencari solusi dan mengunci otak kirinya yang berfungsi  mendengar atau berbicara di saat yang bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;3. MAIN JADI PELARIAN&lt;br /&gt;Lelaki yang merasa tertekan biasanya akan mengundang atau mengajak lelaki lain untuk melakukan sesuatu seperti bermain golf, games, atau mengutak-atik mobil. Sambil menikmati permainan, mereka menguras otak kanannya untuk memecahkan masalah. Kok? Bagi mereka dengan merangsang wilayah kecakapan spesialnya (kemampuan menggambarkan bentuk, koordinat, proporsi dan geografis objek dalam pikiran) akan mempercepat penyelesaian masalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;4. TAK TAHAN KELUHAN&lt;br /&gt;Sejak kecil, mereka dididik untuk menyembunyikan kelemahannya. Tegar dan memiliki kemampuan mengontrol emosi, itulah bayangan mereka tentang lelaki sejati. Tidak mengherankan apabila pada akhirnya mereka kurang memiliki toleransi terhadap keluhan, apalagi rengekan. Jika pasangannya mengeluh, ia merasa harus membantu. Jika frekuensi keluhan pasangannya sangat tinggi, maka ia akan merasa gagal membahagiakan pasangannya. Akibatnya, dia akan menarik diri dari kehidupan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;5. SULIT MENANGIS&lt;br /&gt;Hati boleh teriris-iris, tapi menangis di depan Anda? No way! Sejak kecil lingkungan sudah melarang mereka untuk menangis. Memori ini membekas di kepala hingga dewasa. Lelaki akan benar-benar menangis hanya ketika mereka  membuka segmen emosi yang ada di dalam otak. Sayangnya segmen tersebut jarang dibuka dan mereka lupa kuncinya. Akibatnya, mereka nyaris tak pernah meneteskan air mata di depan publik. Mungkin hanya laki-laki dalam sinetron saja yang royal air mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;6. PANTANG UNGKAP PERASAAN&lt;br /&gt;Anda mungkin selalu bertanya-tanya, mengapa laki-laki selalu ingin tampil gagah? Mengapa ia tidak bisa sedikit saja menunjukkan pada Anda bagaimana perasaannya. Sekali lagi, itulah pria. Ketika marah atau bingung, ia lebih memilih untuk menahannya sendiri dan mengasingkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;7. Mr. PENGENDALI EMOSI&lt;br /&gt;Pria akrab dengan emosi yang ditekan, kemarahan yang tidak terpecahkan, dan ketidak mampuan menyatakan perasaannya. Anak lelaki melihat karakteristik lelaki sejati dengan keberhasilan materi, ketenangan, kekuatan fisik dan psikologi. Lelaki jantan dalam pandangan mereka adalah pakar dalam mengendalikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;8. GENGSI CURHAT&lt;br /&gt;Jika perempuan dapat dengan mudah curhat kepada teman perempuannya, lelaki merasa gengsi untuk bercerita tentang masalah pribadi dengan teman sesamanya. Memang kedengarannya aneh, tapi mereka menganggap teman sejenisnya sebagai saingan dan ia merasa tak nyaman menceritakan kelemahannya. Kalaupun ia akan menceritakan, ia akan lari ke teman perempuan. Jika di dunia ini sudah tak ada lagi perempuan, barulah mereka akan bicara pada teman lelakinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;9. BENCI DIKASIHANI&lt;br /&gt;Ketika Anda melihat wajah kekasih Anda kecewa, sedih atau bete, tentu Anda ingin segera membantunya. Tapi, jangan coba-coba melakukan ini jika ia tidak minta bantuan. Niat baik perempuan untuk  membantu lelaki yang sedang bermasalah tidak selalu positif. Karena umunya bantuan perempuan akan membuat dia merasa tertekan. Ia akan merasa kemampuannya  dipertanyakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;10. CEPAT MELUPAKAN MASALAH&lt;br /&gt;Anda mungkin seringkali bertengkar dengan pasangan. Terkadang bukan pertengkarannya yang bikin dongkol, tapi babak setelah pertengkaran itu terjadi. Gimana nggak sebel, Anda masih sakit hati, eh dia bersikap seolah tidak perduli. Mereka bukannya sok tidak peduli, tapi mereka tidak sadar bahwa perasaan Anda terluka, atau menganggap persoalan telah selesai.&lt;br /&gt; Lelaki memang sulit memahami sakit hati Anda karena perasaannya tidak terlalu peka. Ia menganggap kata-kata yang dilontarkannya saat bertengkar tidak menyinggung perasaan Anda sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-877481767837526023?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/877481767837526023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=877481767837526023' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/877481767837526023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/877481767837526023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/06/cara-dia-mengungkapkan-rasa.html' title='Cara Dia Mengungkapkan Rasa'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-1009747265230597374</id><published>2007-05-17T20:38:00.000-07:00</published><updated>2007-05-17T20:39:35.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from friend'/><title type='text'>"Aku pernah datang dan aku sangat patuh (true story)"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki&lt;br /&gt;sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah “saya pernah datang dan saya sangat penurut”. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.&lt;br /&gt;Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan&lt;br /&gt;Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996,tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil&lt;br /&gt;yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai&lt;br /&gt;melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut,dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan&lt;br /&gt;seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras).&lt;br /&gt;Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar&lt;br /&gt;biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan&lt;br /&gt;dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti,&lt;br /&gt;harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.&lt;br /&gt;Walaupun anak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu&lt;br /&gt;pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci&lt;br /&gt;mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya.&lt;br /&gt;Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik.&lt;br /&gt;Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan&lt;br /&gt;tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah.&lt;br /&gt;Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa&lt;br /&gt;duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah&lt;br /&gt;yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk&lt;br /&gt;diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena&lt;br /&gt;Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000$. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.&lt;br /&gt;Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang&lt;br /&gt;merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam&lt;br /&gt;waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus.&lt;br /&gt;Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan&lt;br /&gt;papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar.&lt;br /&gt;"Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal&lt;br /&gt;huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang&lt;br /&gt;berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan&lt;br /&gt;dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan&lt;br /&gt;berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada,&lt;br /&gt;kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto.&lt;br /&gt;Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara&lt;br /&gt;detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya&lt;br /&gt;sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu&lt;br /&gt;kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana&lt;br /&gt;terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para&lt;br /&gt;dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan&lt;br /&gt;menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang&lt;br /&gt;sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat.&lt;br /&gt;Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari&lt;br /&gt;depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak,&lt;br /&gt;bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai&lt;br /&gt;maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu&lt;br /&gt;memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah&lt;br /&gt;menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.&lt;br /&gt;Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut&lt;br /&gt;fisik Yu Yuan semakin lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan:&lt;br /&gt;"Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Wartawan tersebut menjawab, “karena mereka semua adalah orang yang baik&lt;br /&gt;hati". Yu Yuan kemudian berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata&lt;br /&gt;Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada&lt;br /&gt;sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal.&lt;br /&gt;Tolong,....... Dan ; dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;"Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;font-size:100%;"&gt;Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya pernah datang, saya sangat patuh”, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan&lt;br /&gt;dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya&lt;br /&gt;bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut&lt;br /&gt;akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar&lt;br /&gt;kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita&lt;br /&gt;dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.&lt;br /&gt;Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"&lt;br /&gt;(30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami di atas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-1009747265230597374?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/1009747265230597374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=1009747265230597374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/1009747265230597374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/1009747265230597374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/aku-pernah-datang-dan-aku-sangat-patuh.html' title='&quot;Aku pernah datang dan aku sangat patuh (true story)&quot;'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-5876064026646535588</id><published>2007-05-08T08:14:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T08:17:28.102-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from friend'/><title type='text'>Qira'at Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Oleh. Haditya Endrakusuma&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Qira?at, orang awam biasanya mendefinisikan sebagai seni membaca Al Qur?an. Namun, yang tergambar dipikiran umum, seni itulah yang dibayangkan sebagai ?mendendangkan? ayat Qur?an dengan suara yang merdu (seperti menyanyi). Akhirnya, bila ada orang membaca Al Qur?an dengan suara biasa-biasa saja itu tidak dikatakan sebagai Qira?at. Anggapan ini sebenarnya salah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Qira?at sebetulnya berarti membaca dari ingatan (&lt;i&gt;recitation from memory&lt;/i&gt;). Jadi, Qira?at itu adalah membaca al Qur?an dari hafalan. Memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;al Qur?an diajarkan oleh Rasul itu melalui metode hafalan. Nah, tulisan atau text disini berfungsi sebagai alat penunjang hafalan. Selain itu tulisan atau text tersebut juga sebagai ?&lt;i&gt;tools&lt;/i&gt;? untuk menyimpan hafalan yang diajarkan Rasul supaya kelak dikemudian hari hafalan itu tetap terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Munculnya Qira?at sendiri itu adalah dari bahasa Arab sendiri. Seperti halnya bahasa lain di dunia, bahasa Arab juga punya dialek khas masing-masing daerah. Karena adanya ragam dialek bahasa Arab tersebut, maka Rasul pun mengajarkan 7 (tujuh) macam variasi dialek dalam membaca al Qur?an yang kemudian disebut Qira?at Sab?at ahruf.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Lebih jelasnya tentang masalah sab?at ahruf ini, silahkan buka tulisan-tulisan karya Ibn Mujahid yaitu ?al-Sab? dan baca juga karya Manna al Qattan dalam ?Mabahith fi Ulum al Qur?an? dan tulisan al Suyuthi dalam ?al-Itqan fi Ulum al Qur?an? sebagai pembandingnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Monospace,Courier New,Courier,monospace;"&gt;Masalah variasi bacaan ini pulalah yang sering di perdebatkan oleh para Ilmuan Orientalis. Seperti yang kita ketahui, sebelum al Qur?an dikumpulkan dalam satu mushaf standart (mushaf Uthmani), para Sahabat sebelumnya telah mengumpulkan hafalan-hafalan mereka dalam tulisan di lembaran kertas, tulang, daun dan berbagai macam media tulis yang kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi mushaf-mushaf pribadi untuk dikonsumsi sendiri Nah, para Orientalis tersebut menganggap variasi bacaan Al Qur?an itu timbul karena perbedaan penulisan text al Qur?an ini. Ujung-ujung-nya mereka berkesimpulan bahwa al Qur?an itu sebenarnya tidak orisinil karena terdapat berbagai macam perbedaan variasi bacaan itu (padahal mereka sendiri tidak tahu pasti bagaimana sebetulnya bentuk yang asli dari al Qur?an). Oleh sebab itu pulalah, mereka menolak Mushaf Uthmani karena dianggap tidak mengakomodir berbagai perbedaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Para Orientalis tersebut kemudian menganggap bahwa kodifikasi (pengumpulan tulisan) al Qur?an dalam mushaf Utmani tersebut belum selesai dan sempurna. Oleh karenanya, mereka mengajukan ide untuk kembali untuk mengedit ulang al Qur?an versi mushaf Utmani. Bagi mereka, mushaf Uthmani tersebut hanyalah rekayasa politis Uthman untuk melestarikan kekuasaannya dan hegemoni suku Qurais. Kita bisa melihat contohnya seperti usaha Arthur Jeffery dan Anthony Puin yang ingin membuat edisi kritis al Qur?an dengan mengeksplorasi berbagai macam variasi tulisan-tulisan ?text? pada mushaf-mushaf pra mushaf Uthmani. Hasil penelitian Jeffery inilah yang sekarang diadopsi oleh Taufiq Adnan Kamal, salah seorang dosen dan aktivis Jaringan Islam Liberal dengan proyeknya membuat ?Al Qur?an edisi Kritis?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Usaha-usaha para ilmuan Orientalis semacam Arthur Jeffery tersebut, sebenarnya berangkat dari kesalahan asumsi tentang Qira?at. Mereka menganggap al Qur?an adalah sebuah dokumen text tertulis bukan sebagai sebuah bacaan dari hafalan (&lt;i&gt;recitatio&lt;/i&gt;). Dengan asumsi inilah mereka beranggapan bahwa apa yang terjadi dalam text al Qur?an dan text Bible pada dasarnya sama, lantas mereka menerapkan metode filologi yang lazim dipakai dalam penelitian Bible seperti &lt;i&gt;historical criticism, source criticism, form criticism dan textual criticism.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Apakah variasi bacaan itu muncul dari ragam perbedaan ? rasm? atau text?, Syamsuddin Arief dalam artikelnya ?al Qur?an, Orientalisme dan Lexemberg? (Jurnal Al Insan Vol 1 No. 1, 2005) menjawab bahwa asumsi para Orientalis itu keliru, sebab ragam Qira?at itu telah ada sebelum adanya text al Qur?an. Para Orientalis itu tidak paham, bahwa ragam Qira?at itu sendiri memang telah muncul dari Rasulullah saw melalui riwayat yang mutawatir. Tulisan atau rasm al Qur?an yang ada sekarang ini (dalam mushaf Uthmani) sebetulnya telah disepakati dan didesain sedemikian rupa sehingga dapat mewakili dan menampung berbagai Qira?at yang mutawatir tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Wallahu'allam bi asshowab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-5876064026646535588?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/5876064026646535588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=5876064026646535588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5876064026646535588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5876064026646535588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/qiraat-al-quran.html' title='Qira&apos;at Al-Qur&apos;an'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-1282054556090595533</id><published>2007-05-08T08:00:00.000-07:00</published><updated>2007-05-08T08:09:29.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiyah'/><title type='text'>Bersyukurlah...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;"AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA  ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata-Kata di atas merupakan wujud syukur.  Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.  Dengan  bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia.  Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.  Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Pertama :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan,bukan pada apa  yang kita miliki.  Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik.  Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah,  serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.  Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA"  dalam arti yang  sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''.  Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan  orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.  Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda  cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang    ini.  Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung  manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah  dengan Lulu?'' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya,  dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''  Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati  tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan....  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di masa itulah kamu tumbuh ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan  menjadi berkah bagimu ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-1282054556090595533?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/1282054556090595533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=1282054556090595533' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/1282054556090595533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/1282054556090595533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/bersyukurlah.html' title='Bersyukurlah...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-5447450417625074629</id><published>2007-05-02T21:52:00.001-07:00</published><updated>2007-05-02T21:56:23.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiyah'/><title type='text'>I LOVE JUST THE WAY YOU ARE.. JUST THE WAY IT IS..</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta, suatu proses mendapatkan kesempatan. Ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marriage is like a wine, it should gets better as it grows older........&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-5447450417625074629?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/5447450417625074629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=5447450417625074629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5447450417625074629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/5447450417625074629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/i-love-just-way-you-are-just-way-it-is.html' title='I LOVE JUST THE WAY YOU ARE.. JUST THE WAY IT IS..'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-7264323989905118367</id><published>2007-05-02T21:41:00.000-07:00</published><updated>2007-05-02T21:51:11.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>APAKAH ISLAM PERLU PENCERAHAN?</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;h1 style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;font-size:100%;"&gt;Oleh. Haditya Endrakusuma .)*&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Pada hari Rabu tanggal 14 Maret 2007, Kaltim Post memuat sebuah artikel yang berjudul “&lt;i&gt;Gerakan Pencerahan dalam Sejarah Peradaban Islam&lt;/i&gt;”. Dalam artiket tersebut dibahas mengenai dikotomisasi antara wahyu dan akal dalam sejarah keilmuan Islam. Menurut penulisnya, munculnya dikotomisasi antara wahyu dan akal tersebut adalah penyebab timbulnya gerakan pencerahan dalam sejarah peradapan Islam. Hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut dipicu oleh pemahaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;taqlid yang jumud dan kaku terhadap Al Qur’an dan Hadits. Artikel tersebut juga menulis mengenai sebab awal gerakan pencerahan ini karena pengaruh sentuhan spekulatif filsafat Yunani yang katanya terbukti sangat mempengaruhi pola pikir sebagian cendikiawan Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Menarik jika mengamati tulisan-tulisan dalam artikel tersebut. Namun, ada beberapa hal patut dipertanyakan, apakah benar dalam Islam memang telah terjadi dikotomisasi antara wahyu dan akal. Kemudian kaitannya dengan istilah “gerakan pencerahan” dalam artikel tersebut, apakah benar proses perkembangan keilmuan dalam sejarah Islam bisa disebut dan disamakan sebagai “gerakan pencerahan” sebagaimana makna gerakan pencerahan yang terjadi di peradaban Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Membahas sebuah peradapan tentunya tak lepas dari unsur pandangan hidup atau &lt;i&gt;worldview&lt;/i&gt;. Sebab matrik sebuah peradaban adalah &lt;i&gt;worldview&lt;/i&gt;, karena didalam &lt;i&gt;worldview &lt;/i&gt;tersebut terdapat konsep-konsep yang membentuk “&lt;i&gt;framework&lt;/i&gt;” berpikir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik secara kultural, religius maupun saintifik (Thomas S Kuhn). Oleh sebab itu setiap peradaban memiliki &lt;i&gt;worldview&lt;/i&gt;-nya sendiri-sendiri. Bahwa ada proses saling pinjam-memijam antar &lt;i&gt;worldview&lt;/i&gt; memang tidak bisa dipungkiri. Namun, proses pinjam-meminjam yang dilakukan oleh ilmuan-ilmuan Muslim terdahulu tersebut bukanlah sekedar pengadopsian semata. Disanalah &lt;i&gt;worldview&lt;/i&gt; Islam memainkan peran sentralnya. Konsep Tuhan, konsep hidup, konsep manusia, konsep dunia dan lain-lain, menjadi tameng atau penapis konseptual dan hal ini kadang memerlukan perubahan paradigma dari konsep asing tersebut. Proses tersebut dikenal sebagai proses &lt;i&gt;al-nafyu wa al-ithbaat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Dalam Islam, sejauh apapun pemikiran berkembang al Qur’an atau wahyu tetap sebagai tolak ukurnya. Perkembangan ilmu Kalam misalnya, bermula dari perdebatan antara &lt;i&gt;ahl Hijaz &lt;/i&gt;atau biasa disebut dengan &lt;i&gt;ahl Hadits&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;ahl Iraqy&lt;/i&gt; yang dikenal dengan sebutan&lt;i&gt; ahl Ra’y&lt;/i&gt;. Namun, baik antara &lt;i&gt;ahl Hadith &lt;/i&gt;dengan&lt;i&gt; ahl Iraqy &lt;/i&gt;tetap meletakkan nash al Qur’an dan Hadith pada posisi tertinggi pada sumber ilmu dan hukum dalam Islam. Ini bisa dilihat dalam pernyataan dalam surat Imam Abu Hanafi kepada khalifah al Mansur. Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai panutan mahzab Iraq itu menolak tuduhan orang tentang kecenderungannya menggunakan aqal. Beliau tetap menempatkan nash pada posisi tertinggi dan apabila ada perbedaan pendapat maka baru beliau melakukan qiyas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Sejatinya, perbedaan itu muncul lebih banyak bersifat teknis daripada filosofis. &lt;i&gt;Ahl iraqy&lt;/i&gt; banyak menggunakan aqal disebabkan kesulitan untuk mengakses sumber-sumber penting sunnah Rasul karena letak geografisnya yang jauh dari pusat Islam (Mekah dan Madinah). Perkembangan masalah politik yang akhirnya banyak memunculnya hadith-hadith palsu juga menjadi sebab kenapa para fuqaha Iraq sangat berhati-hati dalam mengambil hadits. Hal ini tentunya berbeda dengan kondisi &lt;i&gt;ahl Hijaz&lt;/i&gt; (Mekah dan Madinah) yang masih banyak dihuni oleh para sahabat dan tabi’in, mereka tentunya lebih mudah mengakses sumber-sumber utama dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Pada seputaran abad keempat dan kelima Hijrah, perdebatan tersebut mengalami titik klimaksnya. Perdebatan itu terwakili oleh Mu’tazillah (pihak&lt;i&gt; ahl al Ra’y&lt;/i&gt;) dengan Asy’ariyah (pihak &lt;i&gt;ahl Hadits&lt;/i&gt;). Perdebatan yang terjadi disini lebih bersifat epistemologi, yaitu seputaran diskursus definisi ilmu dan jenisnya, definisi aqal dan batasannya sampai kepada definisi dari definisi itu sendiri. Sebagai contoh, perdebatan mengenai status al Qur’an apakah termasuk mahluk atau bukan. Mu’tazillah berpendapat, bahwa al Qur’an sebagai “Kalam Allah” adalah diciptakan sebagaimana mahluk yang lain. Oleh sebab itu Mu’tazillah memandang al Qur’an bukan sebagai sesuatu yang qodim. Pandangan Mu’tazillah ini berawal dari konteks pembahasan tentang sifat-sifat Allah. Menurut Mu’tazillah sifat-sifat dan dzat Allah itu tidak bisa disamakan dengan mahluk-Nya. Mereka mengganggap bahwa sifat dan dzat Allah itu satu (&lt;i&gt;al sifat ‘ainu al-dhat&lt;/i&gt;). Muara dari konsep tersebut adalah &lt;i&gt;tanzih al-Bari&lt;/i&gt; (Penyucian Tuhan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Pendapat Mu’tazillah tentang&lt;i&gt; Khalq al Qur’an&lt;/i&gt; (al Qur’an adalah mahluk) ini sebetulnya untuk memperkuat konsep &lt;i&gt;tanzih&lt;/i&gt; tersebut. Bagi mereka, Allah harus tersucikan dari segala pemahaman yang mengarah pada penyerupaan sifat mahluk (&lt;i&gt;nafsyu al-tashbih&lt;/i&gt;). Namun, pada akhirnya mereka terjebak pada definisi sifat itu sendiri. Sebab, konsep &lt;i&gt;al sifat ‘ainu al-dhat&lt;/i&gt; ini telah menafikan sifat ketika mereka menyatukannya dengan dzat. Oleh sebab itu konsep Mu’tazillah ini mendapat kritikan ahlu al-sunnah yang diwakil oleh Asy’ariyah, dengan konsepnya &lt;i&gt;la hiya huwa wa la hiya ghairuhu&lt;/i&gt; (sifat bukanlah dzat dan bukan selain dzat) yang menganut pendekatan paradoks.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Perlu diketahui, bahwa Mu’tazillah berpendapat al Qur’an adalah mahluk namun mereka tidak sampai menurunkan derajat posisi nash al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan hukum Islam. Sehingga jelas sudah bahwa dalam pemikiran Islam tidak mengenal dikotomi antara wahyu dan akal, tidak mengenal pemisahan obyektif subyektif dan tidak pula mengakui dikotomi deduktif-induktif, tekstual-kontekstual dan historis-normatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Demikian pula, apa yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam tidak bisa disamakan dengan peradaban lain, khususnya Barat. Sebagaimana diketahui bersama, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Reformasi dan Renaissance pada peradaban Barat muncul akibat problematika teologis dan rasio yang dihadapi Barat. Sejarah problematika Barat tersebut bisa ditelusuri sejak awal Kristianitas berdiri. Ia lahir dalam tradisi Yudaisme dan hegemoni filsafat dan kultur Hellenisme. Awalnya Kristianitas merupakan salah satu sekte kecil Yudaisme kemudian bersintesis dengan tradisi dan filsafat Hellenisme. Hasil sintesa Yudaisme dan Hellenisme inilah yang kemudian secara brilian dikembangkan oleh pemikir berdarah campuran Yahudi Yunani, yakni Saul dari Tarsus atau yang lebih dikenal sebagai Paul of Tarsus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;(5-67 M).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Hasil sintesa tersebut, oleh Paul of Tarsus kemudian dijadikan basis berdirinya sebuah agama baru yang kemudian dikenal dengan Kristen. (&lt;i&gt;lihat Hyam Maccoby dalam The Mytmaker: Paul and the invention of Cristianity)&lt;/i&gt;. Dengan demikian, Kristianitas sejak lahirnya memang sudah tersetting sedemikian hingga yang muncul kemudian, meminjam istilah Hyam Maccoby, “&lt;i&gt;Suatu adonan atau ramuan Hellenisme yang brilian, dengan mengaitkan diri secara superficial dengan kitab-kitab suci dan tradisi Yahudi, agar mendapatkan sejarah dan pengakuannya&lt;/i&gt;”. George Santayana dalam bukunya, &lt;i&gt;Reason in Religion&lt;/i&gt;, juga menyatakan hal yang kurang lebih sama; “&lt;i&gt;Kristianitas dalam bentuknya yang Patristik adalah merupakan pengabdatasian (penyesuaian diri) agama Ibrani kepada dunia Greco-Romawi&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Oleh karena tabiat dua tradisi (Yudaisme dan Hellenisme) yang berbeda secara fundamental, yang satu berbasis pada supremasi keimanan (wahyu) dan yang satu berbasis pada supremasi akal (reason)- maka praktis “dikotominasi” tak lagi dapat dihindarkan dalam tradisi Kristen. Konsili demi konsili diselenggarakan dalam rangka untuk mencari penyelesaian teologis yang agak mungkin bisa diterima akal dan sekaligus menjembatani gap atau kesenjangan yang memisahkan kedua wilayah tersebut. Namun, justru semakin dicapai sebuah penyelesaian, semakin timbul pula masalah-masalah baru yang berarti pula semakin memperlebar gap tersebut. Maka, tak heran kemudian dalam perkembangan berikutnya tradisi Kristianitas terdapat dua arus kecenderungan dari para teolog dan pemikirnya untuk memihak atau mensupremasi salah satu diantaranya; Akal dan Wahyu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Puncak dari persengketaan antara akal dan wahyu di Barat adalah “&lt;i&gt;the Galileo Affair&lt;/i&gt;” dan “&lt;i&gt;Inquisisi&lt;/i&gt;”. Efek dari peristiwa tersebut adalah pengalaman traumatik manusia Barat terhadap agama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Mereka lalu memarginalkan agama, mengangkat doktrin nihilisme nilai, mendobrak teologi dan bahkan “memasung” kekuasaan Tuhan.  Agama di Barat akhirnya menjadi obyek kajian para filosof yang tidak mempunyai otoritas. Rasionalisasi agama artinya agama harus tunduk pada pemahaman rasio manusia. Bukan rahasia lagi, teologi di Barat telah menjadi bulan-bulanan para filosuf. Sartre, Heidegger, Jung, Ludwig Feurbach, William James, Nietzsche, Kant dan lain-lain, adalah filosof-filosof yang bicara soal agama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Sementara jika melihat dalam sejarah Islam, problematika yang dihadapi Barat tersebut tidak pernah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Konsep Tuhan, konsep hidup, konsep manusia, konsep dunia dan lain-lain, sudah tertata semenjak Islam diturunkan. Jadi naif, jika proses perkembangan ilmu dalam Islam disamakan dengan proses pencerahan yang terjadi di Barat. Nah, Islam saat ini memang membutuhkan “pencerahan”. Pencerahan disini maksudnya adalah mengkoreksi total dan membersihkan Islam dari “&lt;i&gt;tajdid&lt;/i&gt;” atau pembaharuan yang hanya menjustifikasi konsep Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Default Serif,Times New Roman,Times,serif;"&gt;Sebab pembaharuan atau “&lt;i&gt;tajdid&lt;/i&gt;” semacam itu, menurut Hamid Fahmi Zarkasy tidak akan membawa pencerahan. Namun justru memunculkan banyak kerancuan. Paham, ide, nilai, dan filsafat ilmu Barat modern dan postmodern kini bercampur baur dalam pemikiran Islam. Akhirnya, Muslim berbicara ilmu pengetahuan Islam, sejarah Islam, dan bahkan ajaran Islam dengan pemahaman, nilai, ide, pendekatan, bahkan terminologi Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-7264323989905118367?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/7264323989905118367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=7264323989905118367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/7264323989905118367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/7264323989905118367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/apakah-islam-perlu-pencerahan.html' title='APAKAH ISLAM PERLU PENCERAHAN?'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-6091877511597511821</id><published>2007-05-02T21:31:00.000-07:00</published><updated>2007-05-02T21:37:14.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from friend'/><title type='text'>Hari ini Sebelum kamu mengeluh...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yangkotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan dan tidak punya rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah berkendara...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu...&lt;br /&gt;Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,&lt;br /&gt;ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua menjawab kepada Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,&lt;br /&gt;Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is a gift….&lt;br /&gt;Live it...&lt;br /&gt;Enjoy it...&lt;br /&gt;Celebrate it...&lt;br /&gt;And fulfill it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu&lt;br /&gt;Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,&lt;br /&gt;karena anda Menyayangi dan mencintai Mereka,&lt;br /&gt;Jadilah meraka CANTIK dan TAMPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan bukan diwajah dan ketampanan bukan&lt;br /&gt;digagahnya seseorang, tapi cantik dan tampan muncul&lt;br /&gt;dari HATI, disebut juga dengan Hati Nurani.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-6091877511597511821?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/6091877511597511821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=6091877511597511821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/6091877511597511821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/6091877511597511821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/hari-ini-sebelum-kamu-mengeluh.html' title='Hari ini Sebelum kamu mengeluh...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-98167940534594002</id><published>2007-05-02T20:39:00.001-07:00</published><updated>2007-05-02T21:03:33.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='from friend'/><title type='text'>MENGELUH ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. "Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur,  sekalian aja suruh gue nginep di kantor!" "Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue" "Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;harapkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Try it now:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-98167940534594002?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/98167940534594002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=98167940534594002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/98167940534594002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/98167940534594002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/05/mengeluh.html' title='MENGELUH ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-8981429659194837829</id><published>2007-04-03T20:20:00.000-07:00</published><updated>2007-04-03T20:21:01.055-07:00</updated><title type='text'>Cerita sang Keledai ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya , Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia&lt;br /&gt;menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si&lt;br /&gt;keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan&lt;br /&gt;melangkah naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :&lt;br /&gt;1. Bebaskan dirimu dari kebencian&lt;br /&gt;2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan&lt;br /&gt;3. Hiduplah sederhana&lt;br /&gt;4. Berilah lebih banyak&lt;br /&gt;5. Berharaplah lebih sedikit&lt;br /&gt;6. Tersenyumlah&lt;br /&gt;7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk,&lt;br /&gt;inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-8981429659194837829?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/8981429659194837829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=8981429659194837829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/8981429659194837829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/8981429659194837829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2007/04/cerita-sang-keledai.html' title='Cerita sang Keledai ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-6902167374758400041</id><published>2006-11-27T16:30:00.000-08:00</published><updated>2006-12-31T04:35:50.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiyah'/><title type='text'>Aku mau dibawa kemana?????</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pertanyaan sederhana sebenarnya jika dilihat secara sekilas, aku sendiri waktu mendapatkan pertanyaan itu sedikit merasa bingung, mengapa koq pertanyaannya seperti itu?? aneh memang mendapatkan pertanyaan yang sederhana, namun sangat dalam jawabannya. Sekilas jawaban yang dapat aku berikan adalah : "aku tidak ingin membawa-mu kemana-mana...", tapi ya memang demikian adanya... "aku mau dibawa kemana...???"&lt;br /&gt;merupakan hal yang wajar, jika kita ingin mengetahui kemana kita akan pergi, bila diajak oleh seseorang (atau beberapa orang...), dan kita ingin mengetahui tujuan dari ajakan tersebut. Sebagaimana halnya dengan apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita, diri kita, bila kita mengikuti suatu ajakan, maka pertanyaan tersebut akan muncul secara wajar. Keputusan yang akan diambil hanyalah ada dua : (1) kita mengikuti, atau (2) kita menolaknya, secara harfiah tidak ada keputusan tengah-tengah di antara keduanya.&lt;br /&gt;di sinilah letak kedewasaan kita di tantang, apakah kita mampu memilah-milah apa yang terbaik bagi diri kita, rasa kebijaksanaan kita semakin terasah, tanggung jawab kita ditantang, apakah kita bersedia untuk menanggung segala resiko yang nantinya mungkin terjadi. Setiap hari, setiap saat, bahkan setiap detik, kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan (yang sebenarnya hanya 2 buah pilihan secara mendasar), dan di situlah letak kedewasaan kita akan semakin terasah.&lt;br /&gt;berbicara kembali tentang kemana kita akan "membawa diri" kita masing-masing, ke arah mana kita akan melangkah, ada baiknya jika kita kembali menengok kepada diri kita masing-masing. Apa sebenarnya yang akan kita cari dan kita dapatkan, dan kemana kita akan mencarinya??? segalanya akan menjadi jelas bila kita tahu apa yang sebenarnya kita cari, dan apa yang sebenarnya ingin kita dapatkan. bila kita melakukannya tanpa ada tujuan yang pasti, rasa-rasanya koq ya pertanyaan "aku mau di bawa kemana" akan senantiasa keluar dari mulut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kita sudah mulai berpikir, bukan "aku mau di bawa kemana...", melainkan : "aku ingin kemana???"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-6902167374758400041?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/6902167374758400041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=6902167374758400041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/6902167374758400041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/6902167374758400041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/11/aku-mau-dibawa-kemana.html' title='Aku mau dibawa kemana?????'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-2174647064973539925</id><published>2006-11-06T18:52:00.000-08:00</published><updated>2006-11-06T20:25:14.602-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='engineering'/><title type='text'>Belajar Finite Element Methods</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;eh... ini adalah salah satu metode numeris untuk menyelesaikan berbagai permasalahan model matematis. metode yang sangat menarik untuk dipelajari. Metode ini dulu kukenal lewat sebuah program analisis struktur berbasis komputer (SAP90). Gara-garanya sederhana: mo' melakukan analisis konstruksi yang kompleks sekali... kalo' mo' pake' metode yang klasik, berapa lama???? makanya mau tidak mau harus belajar komputasi. Eh, dari baca-baca literaturnya, koq ada kata-kata Finite Element Methods... dalam hati bertanya-tanya... apaan tuh??? wuihh... selidik punya selidik, ternyata metode yang sangat terkenal lama, dan mulai dikembangkan metode-metode yang baru semisal Finite Difference Methods, Boundary Element Methods, Finite Volume Methods, dan masih banyak lagi...&lt;br /&gt;Metode Elemen Hingga (MEH / FEM) ternyata tidak terlalu rumit untuk dipahami dasar-dasarnya. Yang membuat ribet adalah matrix-assemblynya. Awal belajar dari kondisi matrix 2x2, trus naik 3x3, 4x4, trus... mulai bingung deh kalo' dah ordo 4 ke atas, sebab kalau tidak dengan bantuan komputer, mo' berapa lama penyelesaian matrix-nya???&lt;br /&gt;Sekarang dalam masa pendalaman metode elemen hingga, ternyata sangat mengasyikkan mempelajari metode yang satu ini, meskipun juga harus bingung-bingung juga, dan harus banyak bertanya-tanya, membaca-baca, diskusi dan lain sebagainya. Masih jarang seh yang mau mempelajari metode ini secara penuh, kenapa ya??? Heran saja, kira-kira apa alasannya sehingga tidak banyak yang mau mempelajari metode ini??? apa karena memang harus dikombinasikan dengan metode-metode yang lain????&lt;br /&gt;apalagi kalau metode ini digabung dengan bahasa pemrograman, weh.... asyik sekali.... ini baru namanya metode numerik... kalo' digabung dengan bahasa pemrograman, yang susah adalah mencari komponen-komponen yang sesuai dengan kebutuhan. apalagi kalo' komponen-komponen itu merupakan komponen yang khusus, dan bukan merupakan komponen bawaan, bisa-bisa malah harus membuat komponen sendiri... wah.. lha itu yang bikin lama....&lt;br /&gt;sebenarnya sudah banyak yang mengaplikasikan metode elemen hingga dalam bentuk software, dan sudah banyak pula software-software yang dijual di pasaran, cuman ya itu... harganya mahal sekalee... paling-paling juga nyari bajakannya, hehehehehehe... akhirnya.....&lt;br /&gt;makanya ini pengen sekali untuk membuat software yang sesuai dengan kebutuhan, jadi nanti tidak tergantung pada software bajakan itu... yah, mudah-mudahan saja bisa terlaksana yach... amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-2174647064973539925?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/2174647064973539925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=2174647064973539925' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/2174647064973539925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/2174647064973539925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/11/belajar-finite-element-methods.html' title='Belajar Finite Element Methods'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115796056517236583</id><published>2006-09-11T00:22:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.297-08:00</updated><title type='text'>What's the meaning of words ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;each time we meet someone, there're two ways that we can use to communicate : verbal and non-verbal, and sometimes, we use both of those to communicate. What I know about those communication is, there must be meanings behind those thing, and somebody must know what's the effect of each words that he/she said. In the short term, someonen must give a responsibility for what he/she said. I'm being so tight with those agreement. In one side, those agreement caused us to be much more carefull to what want to said, and in another side, those agreement, caused us tobe marked as a straight person/not. I was so exciting with those agreement ...&lt;br /&gt;then, with those agreement, I can see someone based on his/her way to talk/speak. And based from the way I see peoples, there're so many things that I can learn, most of them are the lesson of  life, the way we see world, the way we see our life, the past, the present, and the future. It was helping me so much...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115796056517236583?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115796056517236583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115796056517236583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115796056517236583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115796056517236583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/09/whats-meaning-of-words.html' title='What&apos;s the meaning of words ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115684087674076790</id><published>2006-08-29T01:16:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.244-08:00</updated><title type='text'>I'm too tired ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aku lelah... sangat lelah... segala rutinitas yang ada di sini, membuat diriku mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit ... otakku, badanku, mataku, kaki dan tanganku, semuanya lelah ... heehhh... urusan dengan database memang tidak ada habisnya, bahkan mungkin semua ini akan terus berlanjut dan berlanjut.  Aku ingin istirahat, barang sejenak...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115684087674076790?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115684087674076790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115684087674076790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115684087674076790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115684087674076790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/08/im-too-tired.html' title='I&apos;m too tired ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115657246783213591</id><published>2006-08-25T23:07:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.174-08:00</updated><title type='text'>A Copy of note (2) ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="SV"&gt;&lt;tt&gt;Teman, seperti apakah sikap kita dalam menghadapi tantangan dalam&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kehidupan ini  ?&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Apakah kita merasa kehidupan ini tidak adil karena selalu memberikan&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;halangan yang datang silih berganti ?&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Apakah beban yang datang membuat emosi kita menjadi tak terkendali ?&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Ataukah kita mau belajar dari berbagai halangan itu untuk mewujudkan&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kehidupan yang lebih baik ?&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Kita dilahirkan bukan sebagai seorang pecundang&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Tidak juga sebagai seorang pemenang&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Tapi kita dilahirkan dengan kemampuan untuk memilih&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Jadi pilihlah sikap yang tepat, untuk kehidupan yang lebih baik ………..&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115657246783213591?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115657246783213591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115657246783213591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115657246783213591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115657246783213591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/08/copy-of-note-2.html' title='A Copy of note (2) ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115657237078673785</id><published>2006-08-25T23:04:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.119-08:00</updated><title type='text'>A Copy of note ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="EN-ID"&gt;&lt;tt&gt;Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. &lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IT"&gt;Ia mengisi&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kopi bubuk di panci terakhir. &lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ia membiarkannya mendidih tanpa&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;mendekat dan  memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;dengan aromanya yang khas. &lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IT"&gt;Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;semua ini, Ayah ?"&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;Cangkang  tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;merubah air tersebut.&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;"Kamu termasuk yang mana ?," tanya ayahnya. "Ketika&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;wortel, telur atau kopi ? "Apakah kamu adalah wortel yang&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian,&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kaku. &lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: 'Courier New';" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;keras dengan jiwa dan hati yang kaku ?"&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;"Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? Bubuk kopi merubah air&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri …".&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115657237078673785?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115657237078673785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115657237078673785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115657237078673785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115657237078673785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/08/copy-of-note.html' title='A Copy of note ...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115643533893776877</id><published>2006-08-24T08:42:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.063-08:00</updated><title type='text'>another thought...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jogjakarta, August 24th, 2006, timestamp : 10.41pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sedang mengerjakan sesuatu di kantor, persiapan untuk beberapa waktu yang akan datang, serangkaian data harus kupersiapkan, karena kebetulan lokasi tempatku bekerja dipilih untuk mempresentasikan data tersebut. Entah mengapa, aku juga tidak tahu... yang pasti, bahwa hal ini sangat menguras tenagaku... sangat... namun hal ini merupakan sesuatu yang tidak bisa kutolak lagi, saat pertama kali aku menyanggupi untuk mengikuti pelatihannya. Meskipun bayangan tentang betapa ribet pekerjaanku ini nantinya, namun aku tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan teramat sangat ribet seperti ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa lama, saat ada waktu senggang diriku untuk merenung, aku sering merenungkan kembali apa-apa yang telah aku lakukan, apa-apa yang telah aku ucapkan terhadap seseorang, atau bagaimana dengan keadaan diriku sendiri. Sungguh merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan, mengingat bahwa kita selayaknya sadar kalau diri kita adalah 'tidak ada apa-apanya'. entah mengapa tiba-tiba hal itu jadi muncul dalam pikiranku, tapi... memang kalau kita mau menilik, melihat, dan merenungkannya, bahwa kita memang tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa mudah kondisi seseorang berubah, dari hal yang paling sederhana, paling ringan, hingga dia mengalami hal-hal yang paling ribut, ribet, dan kadang justru menyakitkan sama sekali. apakah hukum bahwa roda kehidupan memang berputar masih berlaku di sini? ataukah memang bahwa hal itu hanyalah merupakan sugesti yang akhirnya justru terjadi benar-benar? aku meyakini sesuatu, bahwa seluruh kejadian yang ada di dalam hidupku ini memang sudah ditentukan, bahkan dengan adanya usaha-usahaku untuk merubah segala hal yang sudah digariskan tersebut. aneh memang jika direnungkan, tapi itulah kejadinnya... kalau memang kurang  memahami, maka perbanyaklah merenungkan tentang hidup...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115643533893776877?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115643533893776877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115643533893776877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115643533893776877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115643533893776877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/08/another-thought.html' title='another thought...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115337079713102056</id><published>2006-07-19T21:00:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:15.006-08:00</updated><title type='text'>is there any other clues...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah yang membuat seseorang berbeda dengan orang yang lain..? beberapa orang pernah menanyakan hal tersebut kepadaku. Entah mengapa mereka menanyakan hal tersebut kepadaku, tapi aku justru tidak tertarik tentang mengapa mereka menanyakan hal tersebut, dan apa hal-hal yang membuat mereka jadi menanyakan hal tersebut. Tapi yang membuat aku jadi tertarik adalah apa yang ada di balik pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;sejenak, aku merenungkan mengapa dia sampai bertanya tentang hal tersebut... lalu kupikir : ah... dia khan lebih mahfum daripada diriku, dan ilmunya pun lebih dalam daripada ilmuku, seharusnya dia tidak perlu mengatakan hal tersebut kepadaku. lagipula..., dalam hal yang sederhana, sebenarnya pertanyaan tersebut tidaklah perlu untuk diperdebatkan, karena memang satu orang dengan orang yang lain, pastilah ada bedanya. bahkan, untuk anak-anak yang dilahirkan kembar berapapun, pastilah ada bedanya, sekecil apapun.&lt;br /&gt;hhhfffff....., memang jadi bahan pembicaraan yang sangat panjang, apabila hal yang sederhana ini menjadi bahan diskusi... hhhhfffff... dan hal ini tidak akan pernah bisa berhenti untuk didiskusikan. Namun, cobalah bila kita menilik kembali apa-apa yang sudah diajarkan pada diri kita selama ini, adakah hal-hal yang membuat kita berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lain?? Mari kita lihat bersama-sama :&lt;br /&gt;- Kita punya mata untuk melihat, mereka juga punya mata&lt;br /&gt;- Kita punya telinga untuk mendengar, mereka juga punya telinga&lt;br /&gt;- Kita punya hidung untuk mencium, mereka juga punya hidung&lt;br /&gt;- Kita punya "rasa" untuk merasakan, mereka juga punya&lt;br /&gt;- Kita dibekali dengan banyak hal, begitu juga mereka...&lt;br /&gt;tapi... mengapa kita jadi berbeda???? Adakah yang tahu mengapa?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115337079713102056?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115337079713102056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115337079713102056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115337079713102056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115337079713102056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/07/is-there-any-other-clues.html' title='is there any other clues...'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115190167938894772</id><published>2006-07-02T20:53:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:14.946-08:00</updated><title type='text'>is this how it feel??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/1600/84.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 148px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/84.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(small note on the beggining of transition of the semester...)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;semester pendek ... waktu-waktu yang kadang bisa sangat berarti bagi satu orang, namun juga berarti lain bagi sebagian yang lain. Namun memang inilah yang kadang menjadi terasa hambar, tidak ada "jiwa" yang tercakup di dalamnya, dan akhirnya hanya menjadi sebuah rutinitas yang tidak akan pernah berhenti. Sunggu jadi sebuah hal yang sangat ironis, bila di semester pendek ini hanya akan jadi s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ebuah ajang untuk mempercepat kelulusan mahasiswa, namun entah bagaimana dengan kualitas yang mereka peroleh nantinya. Akahkan mereka bisa mempertahankan apa-apa yang mereka pelajari? ataukah lewat begitu saja? yahh... wallahu a'lam... kita lihat saja nanti seperti apa jadinya ... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;memang... menghadapi hal semacam itu bagaikan buah simalakama, diperlakukan seperti ini salah, diperlakukan seperti itu salah, hasilnya pun jadi salah, dan semuanya jadi serba salah. Tapi ya mau bagaimana lagi?? semuanya sudah berjalan seperti itu adanya... hanya tinggal do'a saja yang dapat dilakukan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/1600/IMG_0628.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 196px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/IMG_0628.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan, apakah memang begini rasanya? di saat sebuah ketegasan dipe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;rlukan, di saat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; sebuah nama dipertaruhkan, di saat semuanya jadi sangat berarti, teramat berarti, justru benturan-benturan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang diperoleh. Beginikah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;rasanya jika kita menginginkan adanya sebuah "nilai" dan "kebaikan", terasa berat sekali untuk digapai.... salah satu keagungan yang ada dalam diri seorang manusia : ada satu hal yang dinamakan "rasa", yang dapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;digunakan untuk menimbang satu hal yang lain. Tapi ya itulah uniknya... kita manusia punya kemampuan itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;namun kadang kita sendiri tidak menempatkan diri kita untuk memiliki kemampuan itu...&lt;br /&gt;Memang kadang merupakan urusan yang aneh dengan makhluk yang namanya manusia... karena masing-masing dianugerahi dengan adanya kemampuan yang bernama "rasa" tadi, maka masing-masing akan bergerak dengan "rasa" yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Ah... apa yang dapat kuperbuat saat ini...??? semoga Allah ta'ala memberikan jalan hidayah agar para pemilik "rasa" tersebut dapat bergerak dalam naungan-Nya, hanya dengan satu tujuan : untuk mencari ridha-Nya semata... Ya Allah... kami berjalan di muka bumi ini atas kehendak-Mu, mohon ridhai setiap langkah kami agar kami dapat menjadi seperti apa yang Engkau inginkan : menjadi khalifah-Mu di muka bumi... amin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115190167938894772?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115190167938894772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115190167938894772' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115190167938894772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115190167938894772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/07/is-this-how-it-feel.html' title='is this how it feel??'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30316921.post-115166276444596570</id><published>2006-06-30T03:12:00.000-07:00</published><updated>2006-11-06T18:48:14.883-08:00</updated><title type='text'>first time posting</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/1600/P1200046-a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 207px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;actually, this isn't my first time to post a news on my own blog. I've ever have a small blog on friendster, but somehow, I've lost it. For anyone who want to know about me... this picture was belong to me : Pram. I've take this picture on January 26th 2006 on a place called Kali Adem. It was a wonderfull place below the volcanoes mountain Merapi, at my beloved town Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Too bad... I've never seen those wonderfull place again, since the mountain explode on June 14th 2006, and those place flooded with material such as sand and gravel... when will I see such place agian?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30316921-115166276444596570?l=pramudiyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/feeds/115166276444596570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30316921&amp;postID=115166276444596570' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115166276444596570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30316921/posts/default/115166276444596570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramudiyanto.blogspot.com/2006/06/first-time-posting.html' title='first time posting'/><author><name>pramudiyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11672075662001628630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6032/3249/320/P1200046-a.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
