Monday, November 27, 2006

Aku mau dibawa kemana?????

pertanyaan sederhana sebenarnya jika dilihat secara sekilas, aku sendiri waktu mendapatkan pertanyaan itu sedikit merasa bingung, mengapa koq pertanyaannya seperti itu?? aneh memang mendapatkan pertanyaan yang sederhana, namun sangat dalam jawabannya. Sekilas jawaban yang dapat aku berikan adalah : "aku tidak ingin membawa-mu kemana-mana...", tapi ya memang demikian adanya... "aku mau dibawa kemana...???"
merupakan hal yang wajar, jika kita ingin mengetahui kemana kita akan pergi, bila diajak oleh seseorang (atau beberapa orang...), dan kita ingin mengetahui tujuan dari ajakan tersebut. Sebagaimana halnya dengan apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita, diri kita, bila kita mengikuti suatu ajakan, maka pertanyaan tersebut akan muncul secara wajar. Keputusan yang akan diambil hanyalah ada dua : (1) kita mengikuti, atau (2) kita menolaknya, secara harfiah tidak ada keputusan tengah-tengah di antara keduanya.
di sinilah letak kedewasaan kita di tantang, apakah kita mampu memilah-milah apa yang terbaik bagi diri kita, rasa kebijaksanaan kita semakin terasah, tanggung jawab kita ditantang, apakah kita bersedia untuk menanggung segala resiko yang nantinya mungkin terjadi. Setiap hari, setiap saat, bahkan setiap detik, kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan (yang sebenarnya hanya 2 buah pilihan secara mendasar), dan di situlah letak kedewasaan kita akan semakin terasah.
berbicara kembali tentang kemana kita akan "membawa diri" kita masing-masing, ke arah mana kita akan melangkah, ada baiknya jika kita kembali menengok kepada diri kita masing-masing. Apa sebenarnya yang akan kita cari dan kita dapatkan, dan kemana kita akan mencarinya??? segalanya akan menjadi jelas bila kita tahu apa yang sebenarnya kita cari, dan apa yang sebenarnya ingin kita dapatkan. bila kita melakukannya tanpa ada tujuan yang pasti, rasa-rasanya koq ya pertanyaan "aku mau di bawa kemana" akan senantiasa keluar dari mulut kita.

Ada baiknya kita sudah mulai berpikir, bukan "aku mau di bawa kemana...", melainkan : "aku ingin kemana???"

Monday, November 06, 2006

Belajar Finite Element Methods

eh... ini adalah salah satu metode numeris untuk menyelesaikan berbagai permasalahan model matematis. metode yang sangat menarik untuk dipelajari. Metode ini dulu kukenal lewat sebuah program analisis struktur berbasis komputer (SAP90). Gara-garanya sederhana: mo' melakukan analisis konstruksi yang kompleks sekali... kalo' mo' pake' metode yang klasik, berapa lama???? makanya mau tidak mau harus belajar komputasi. Eh, dari baca-baca literaturnya, koq ada kata-kata Finite Element Methods... dalam hati bertanya-tanya... apaan tuh??? wuihh... selidik punya selidik, ternyata metode yang sangat terkenal lama, dan mulai dikembangkan metode-metode yang baru semisal Finite Difference Methods, Boundary Element Methods, Finite Volume Methods, dan masih banyak lagi...
Metode Elemen Hingga (MEH / FEM) ternyata tidak terlalu rumit untuk dipahami dasar-dasarnya. Yang membuat ribet adalah matrix-assemblynya. Awal belajar dari kondisi matrix 2x2, trus naik 3x3, 4x4, trus... mulai bingung deh kalo' dah ordo 4 ke atas, sebab kalau tidak dengan bantuan komputer, mo' berapa lama penyelesaian matrix-nya???
Sekarang dalam masa pendalaman metode elemen hingga, ternyata sangat mengasyikkan mempelajari metode yang satu ini, meskipun juga harus bingung-bingung juga, dan harus banyak bertanya-tanya, membaca-baca, diskusi dan lain sebagainya. Masih jarang seh yang mau mempelajari metode ini secara penuh, kenapa ya??? Heran saja, kira-kira apa alasannya sehingga tidak banyak yang mau mempelajari metode ini??? apa karena memang harus dikombinasikan dengan metode-metode yang lain????
apalagi kalau metode ini digabung dengan bahasa pemrograman, weh.... asyik sekali.... ini baru namanya metode numerik... kalo' digabung dengan bahasa pemrograman, yang susah adalah mencari komponen-komponen yang sesuai dengan kebutuhan. apalagi kalo' komponen-komponen itu merupakan komponen yang khusus, dan bukan merupakan komponen bawaan, bisa-bisa malah harus membuat komponen sendiri... wah.. lha itu yang bikin lama....
sebenarnya sudah banyak yang mengaplikasikan metode elemen hingga dalam bentuk software, dan sudah banyak pula software-software yang dijual di pasaran, cuman ya itu... harganya mahal sekalee... paling-paling juga nyari bajakannya, hehehehehehe... akhirnya.....
makanya ini pengen sekali untuk membuat software yang sesuai dengan kebutuhan, jadi nanti tidak tergantung pada software bajakan itu... yah, mudah-mudahan saja bisa terlaksana yach... amin.

Monday, September 11, 2006

What's the meaning of words ...

each time we meet someone, there're two ways that we can use to communicate : verbal and non-verbal, and sometimes, we use both of those to communicate. What I know about those communication is, there must be meanings behind those thing, and somebody must know what's the effect of each words that he/she said. In the short term, someonen must give a responsibility for what he/she said. I'm being so tight with those agreement. In one side, those agreement caused us to be much more carefull to what want to said, and in another side, those agreement, caused us tobe marked as a straight person/not. I was so exciting with those agreement ...
then, with those agreement, I can see someone based on his/her way to talk/speak. And based from the way I see peoples, there're so many things that I can learn, most of them are the lesson of life, the way we see world, the way we see our life, the past, the present, and the future. It was helping me so much...

Tuesday, August 29, 2006

I'm too tired ...

aku lelah... sangat lelah... segala rutinitas yang ada di sini, membuat diriku mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit ... otakku, badanku, mataku, kaki dan tanganku, semuanya lelah ... heehhh... urusan dengan database memang tidak ada habisnya, bahkan mungkin semua ini akan terus berlanjut dan berlanjut. Aku ingin istirahat, barang sejenak...

Friday, August 25, 2006

A Copy of note (2) ...

Teman, seperti apakah sikap kita dalam menghadapi tantangan dalam
kehidupan ini ?

Apakah kita merasa kehidupan ini tidak adil karena selalu memberikan
halangan yang datang silih berganti ?

Apakah beban yang datang membuat emosi kita menjadi tak terkendali ?

Ataukah kita mau belajar dari berbagai halangan itu untuk mewujudkan
kehidupan yang lebih baik ?

Kita dilahirkan bukan sebagai seorang pecundang
Tidak juga sebagai seorang pemenang

Tapi kita dilahirkan dengan kemampuan untuk memilih
Jadi pilihlah sikap yang tepat, untuk kehidupan yang lebih baik ………..

A Copy of note ...

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan
menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak
tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah
untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul
masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur.
Ia mengisi
3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh
wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh
kopi bubuk di panci terakhir.
Ia membiarkannya mendidih tanpa
berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar,
memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit,
sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di
mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain,
dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat,
nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya
mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan
merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya
mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya
memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi
dengan aromanya yang khas.
Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti
semua ini, Ayah ?"

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah
menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi
masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum
direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,
wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah.
Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi
setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami
perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi
merubah air tersebut.

"Kamu termasuk yang mana ?," tanya ayahnya. "Ketika
kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu
wortel, telur atau kopi ? "Apakah kamu adalah wortel yang
kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan,
kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."

"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati
lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian,
patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan
kaku.
Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan
keras dengan jiwa dan hati yang kaku ?"

"Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? Bubuk kopi merubah air
panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya
yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai
suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk
kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."

"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu
menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri …".

Thursday, August 24, 2006

another thought...

Jogjakarta, August 24th, 2006, timestamp : 10.41pm

aku sedang mengerjakan sesuatu di kantor, persiapan untuk beberapa waktu yang akan datang, serangkaian data harus kupersiapkan, karena kebetulan lokasi tempatku bekerja dipilih untuk mempresentasikan data tersebut. Entah mengapa, aku juga tidak tahu... yang pasti, bahwa hal ini sangat menguras tenagaku... sangat... namun hal ini merupakan sesuatu yang tidak bisa kutolak lagi, saat pertama kali aku menyanggupi untuk mengikuti pelatihannya. Meskipun bayangan tentang betapa ribet pekerjaanku ini nantinya, namun aku tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan teramat sangat ribet seperti ini...

beberapa lama, saat ada waktu senggang diriku untuk merenung, aku sering merenungkan kembali apa-apa yang telah aku lakukan, apa-apa yang telah aku ucapkan terhadap seseorang, atau bagaimana dengan keadaan diriku sendiri. Sungguh merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan, mengingat bahwa kita selayaknya sadar kalau diri kita adalah 'tidak ada apa-apanya'. entah mengapa tiba-tiba hal itu jadi muncul dalam pikiranku, tapi... memang kalau kita mau menilik, melihat, dan merenungkannya, bahwa kita memang tidak ada apa-apanya.

betapa mudah kondisi seseorang berubah, dari hal yang paling sederhana, paling ringan, hingga dia mengalami hal-hal yang paling ribut, ribet, dan kadang justru menyakitkan sama sekali. apakah hukum bahwa roda kehidupan memang berputar masih berlaku di sini? ataukah memang bahwa hal itu hanyalah merupakan sugesti yang akhirnya justru terjadi benar-benar? aku meyakini sesuatu, bahwa seluruh kejadian yang ada di dalam hidupku ini memang sudah ditentukan, bahkan dengan adanya usaha-usahaku untuk merubah segala hal yang sudah digariskan tersebut. aneh memang jika direnungkan, tapi itulah kejadinnya... kalau memang kurang memahami, maka perbanyaklah merenungkan tentang hidup...

Wednesday, July 19, 2006

is there any other clues...

Apakah yang membuat seseorang berbeda dengan orang yang lain..? beberapa orang pernah menanyakan hal tersebut kepadaku. Entah mengapa mereka menanyakan hal tersebut kepadaku, tapi aku justru tidak tertarik tentang mengapa mereka menanyakan hal tersebut, dan apa hal-hal yang membuat mereka jadi menanyakan hal tersebut. Tapi yang membuat aku jadi tertarik adalah apa yang ada di balik pertanyaan tersebut.
sejenak, aku merenungkan mengapa dia sampai bertanya tentang hal tersebut... lalu kupikir : ah... dia khan lebih mahfum daripada diriku, dan ilmunya pun lebih dalam daripada ilmuku, seharusnya dia tidak perlu mengatakan hal tersebut kepadaku. lagipula..., dalam hal yang sederhana, sebenarnya pertanyaan tersebut tidaklah perlu untuk diperdebatkan, karena memang satu orang dengan orang yang lain, pastilah ada bedanya. bahkan, untuk anak-anak yang dilahirkan kembar berapapun, pastilah ada bedanya, sekecil apapun.
hhhfffff....., memang jadi bahan pembicaraan yang sangat panjang, apabila hal yang sederhana ini menjadi bahan diskusi... hhhhfffff... dan hal ini tidak akan pernah bisa berhenti untuk didiskusikan. Namun, cobalah bila kita menilik kembali apa-apa yang sudah diajarkan pada diri kita selama ini, adakah hal-hal yang membuat kita berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lain?? Mari kita lihat bersama-sama :
- Kita punya mata untuk melihat, mereka juga punya mata
- Kita punya telinga untuk mendengar, mereka juga punya telinga
- Kita punya hidung untuk mencium, mereka juga punya hidung
- Kita punya "rasa" untuk merasakan, mereka juga punya
- Kita dibekali dengan banyak hal, begitu juga mereka...
tapi... mengapa kita jadi berbeda???? Adakah yang tahu mengapa?????

Sunday, July 02, 2006

is this how it feel??

(small note on the beggining of transition of the semester...)

semester pendek ... waktu-waktu yang kadang bisa sangat berarti bagi satu orang, namun juga berarti lain bagi sebagian yang lain. Namun memang inilah yang kadang menjadi terasa hambar, tidak ada "jiwa" yang tercakup di dalamnya, dan akhirnya hanya menjadi sebuah rutinitas yang tidak akan pernah berhenti. Sunggu jadi sebuah hal yang sangat ironis, bila di semester pendek ini hanya akan jadi sebuah ajang untuk mempercepat kelulusan mahasiswa, namun entah bagaimana dengan kualitas yang mereka peroleh nantinya. Akahkan mereka bisa mempertahankan apa-apa yang mereka pelajari? ataukah lewat begitu saja? yahh... wallahu a'lam... kita lihat saja nanti seperti apa jadinya ...

memang... menghadapi hal semacam itu bagaikan buah simalakama, diperlakukan seperti ini salah, diperlakukan seperti itu salah, hasilnya pun jadi salah, dan semuanya jadi serba salah. Tapi ya mau bagaimana lagi?? semuanya sudah berjalan seperti itu adanya... hanya tinggal do'a saja yang dapat dilakukan ...

Dan, apakah memang begini rasanya? di saat sebuah ketegasan diperlukan, di saat sebuah nama dipertaruhkan, di saat semuanya jadi sangat berarti, teramat berarti, justru benturan-benturan yang diperoleh. Beginikah rasanya jika kita menginginkan adanya sebuah "nilai" dan "kebaikan", terasa berat sekali untuk digapai.... salah satu keagungan yang ada dalam diri seorang manusia : ada satu hal yang dinamakan "rasa", yang dapat digunakan untuk menimbang satu hal yang lain. Tapi ya itulah uniknya... kita manusia punya kemampuan itu, namun kadang kita sendiri tidak menempatkan diri kita untuk memiliki kemampuan itu...
Memang kadang merupakan urusan yang aneh dengan makhluk yang namanya manusia... karena masing-masing dianugerahi dengan adanya kemampuan yang bernama "rasa" tadi, maka masing-masing akan bergerak dengan "rasa" yang dimilikinya.
Ah... apa yang dapat kuperbuat saat ini...??? semoga Allah ta'ala memberikan jalan hidayah agar para pemilik "rasa" tersebut dapat bergerak dalam naungan-Nya, hanya dengan satu tujuan : untuk mencari ridha-Nya semata... Ya Allah... kami berjalan di muka bumi ini atas kehendak-Mu, mohon ridhai setiap langkah kami agar kami dapat menjadi seperti apa yang Engkau inginkan : menjadi khalifah-Mu di muka bumi... amin...

Friday, June 30, 2006

first time posting


actually, this isn't my first time to post a news on my own blog. I've ever have a small blog on friendster, but somehow, I've lost it. For anyone who want to know about me... this picture was belong to me : Pram. I've take this picture on January 26th 2006 on a place called Kali Adem. It was a wonderfull place below the volcanoes mountain Merapi, at my beloved town Jogjakarta.

Too bad... I've never seen those wonderfull place again, since the mountain explode on June 14th 2006, and those place flooded with material such as sand and gravel... when will I see such place agian?